Kamis, 28 November 2013

Sekolah Dasar Penuh Warna

ini foto gue waktu sd (tapi kelas berapanya lupa)



Sekolah SD gue berada ga jauh dari tempat tinggal gue di daerah kampus (entah dari mana nama daerah kampus itu bermuasal, tapi menurut terawangan gue si mungkin karena dimana gue sekolah tepat di sebelahnya terdapat universitas swasta jadi para angkot kalau lagi jajakin tunggangannya selalu teriak kampus2, kampusnya neng/bang (haha), tapi setelah gue tau yang namanya mbak google nama daerah gue itu 15a). Sekolah gue sederhana banget ruang kelasnya cuma ada 15 ruangan, toiletpun cuma ada 1 (dulu anak2 laki kalau mau buang air ya kencing dimana saja, ketemu dinding langsung syuuur) untuk itu saya selalu pulang ketika jam istirahat tiba untuk sekedar buang air kecil dan besar sampai makan (haha) gue ga suka jajan di sekolah waktu itu selain hemat sangu juga makanan di rumah lebih enak, dan 2 warung kecil bukan kantin, yang ngejual kemplang sebesar kepala orang dewasa dan sambal merah yang merona, tapi gue jarang atau hamper sama sekali ga pernah beli itu kemplang.

Gue selalu saja dapet julukan di sekolah entah karena gue kece badai atau karena gue kuper, ia gue kuper banget di sekolah secara gue kan anak pindahan dari 16c ke kampus jadi otomatis gue belum banyak temen di komplek rumah maupun di sekolah dan kebanyakan yang sekolah disana anak2 yang tinggal di daerah sekitaran sekolah itu sendiri, oh ya gue sampai lupa ngenalin nama (keasikan cerita si ye kan) nama panggilan gue saat itu “AR” iya  gue di sd dipanggil dengan nama “AR” dua huruf aja ga pki kuah, disetiap perlengkapan sekolah gue pasti gue tulisin nama gue “AR” dari topi, dasi, alat tulis sampai tas gue, gue tipikal anak yang disiplin, rajin, rapi dan datang tepat waktu (awal2nya si tepat waktu), pulangpun tepat waktu. gue rasa memang gue anak yang rapi dan disiplin, gue selalu mengenakan seragam merah putih yang bersih, lekukan strikaanpun masih nampak di seragam gue tiap harinya, dan selalu pakai dasi merah dan topi merah putih (gak pernah lupa gue bawa peralatan perang itu), tak lupa sabuk hitam, kaus kaki putih dan sepatu itam mengkilap, kalau lu liat sepatu gue bisa2 nabrak sangking silaunya sepatu gue (becanda, gimana mau mengkilap memang sepatu kulit bisa disemir). tapi di sisi lain gue anak yang kuper dan penakut.

Hari pertama gue menginjakan kaki di sd, gue dianterin ibu gue tercinta dan hal itu wajar dilakukan untuk anak sd yang baru masuk sekolah, hamper semua anak sd baru nginjekin kakinya di sekolahaan pasti di hari pertama dipantengin sama orang tuanya khususnya ibu, gue masuk kelas dan duduk di tengah2 dan canggung banget secara di kota baru, sekolah baru dan banyak teman yang belum gue kenal atau bahkan tidak gue kenal semua, ya gue ga mau terlihat menonjol untuk duduk didepan (biasanya jadi buli2an guru kalau duduk di depan, alamat di panggil untuk menjawab pertanyaan setiap ada soal dan bantu2) tapi gue  juga ga mau terlihat berandalan untuk duduk di barisan belakang untuk itu gue pilih di tengah2 aman memang posisi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar